𝐏𝐫𝐨𝐲𝐞𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐚𝐤 𝐁𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐦𝐫𝐚𝐰𝐮𝐭.
Jakarta, 22 Oktober 2025 — Proyek pembangunan MRT di kawasan
Flyover Pramuka, Jakarta Timur, menuai keluhan dari para pengguna jalan dan
warga sekitar situ. Proyek yang telah dikerjain selama bertahun tahun ini belum
menunjukkan tanda-tanda akan segera selesai. Akibatnya, kondisi jalan di
sekitar lokasi semakin sempit, rusak, dan memicu kemacetan hampir tiap hari,
terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Berdasarkan turun kelapangan pada Rabu malam (22/10/2025), sebagian
ruas jalan di Flyover Pramuka tampak dipenuhi pembatas triplek dan didalamnya
terdapat material proyek, dan juga sering banget alat berat sesekali masih
terlihat bekerja di tengah padatnya lalu lintas. Sebagian besar jalanan sekarang ini hanya bisa digunakan hanya satu dan dua lajur kendaraan.
Selain mempersempit ruang gerak kendaraan, kondisi aspal di sepanjang
jalan tersebut juga keliatan rusak dan tidak rata. Banyak lubang - lubang
bermunculan karna lewat truk besar pengangkut material. Saat hujan
turun, air menggenang di beberapa titik, membuat pengendara harus hati-hati banget agar tidak kepleset atau jatuh kelubang.
Kemacetan panjang pun sudah menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan ini,
dan sudah menjadi hal yang sangat biasa Waktu tempuh yang seharusnya hanya
beberapa menit sekarang bisa mencapai lebih dari setengah jam atau lebih.
Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar proyek juga ngeluhkan karna
aktivitas pekerjaan yang berlangsung hingga malam hari. Mereka merasa terganggu
dengan suara alat berat dan debu yang beterbangan ke area pemukiman.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya informasi yang jelas mengenai
batas waktu penyelesaian proyek. Warga menilai kurangnya transparansi membuat
mereka semakin kesal dan kehilangan kepercayaan terhadap pihak pengelola
proyek.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan
keterangan resmi terkait keterlambatan pengerjaan dan target penyelesaian.
Bagi warga sekitar, proyek yang semula diharapkan dapat memperlancar
mobilitas justru berubah menjadi sumber kemacetan dan ketidaknyamanan. Mereka
berharap agar pihak berwenang mempercepat proses penyelesaian sekaligus
memperbaiki kembali ruas jalan yang rusak.
Proyek yang belum tuntas dan minim
pengawasan seperti di Flyover Pramuka ini menjadi potret nyata bagaimana
pembangunan infrastruktur bisa berdampak luas jika tidak dijalankan dengan
perencanaan matang. Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada hasil
akhir proyek, tapi juga memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat
selama proses pengerjaan berlangsung.